Pelakor adalah Wanita yang Menanggung Kesalahan Bersama, Sendirian

Pelakor adalah

Pelakor adalah istilah yang disematkan kepada seorang wanita yang menjalin hubungan asmara dengan seorang lelaki yang telah memiliki istri secara sah di mata hukum dan agama.

Wanita yang kali ini akan Woman Daily gambarkan kali ini adalah seorang artis bernama Arawinda Kirana, sebagai seseorang yang disalahkan dan menanggung kesalahan bersama dan dituduh jadi pelakor, seorang diri.

Arawinda Kirana dan Kisahnya Dituduh Menjadi Pelakor


Adalah Arawinda Kirana, seorang aktris yang pernah bermain di film layar lebar dengan menjadi pemeran utama dalam film Yuni, seharian kemarin, tanggal 06 Juli 2022, menjadi trending di twitter, lantaran diduga menjalin hubungan terlarang dengan seorang lelaki beristri sah dan punya anak.

Tak main-main, bukan semata hanya berhubungan biasa, bahkan dari sumber awal mengatakan, kalau sang aktris, diduga rela diajak melakukan hubungan badan terlarang, di rumah sang lelaki, ketika istri lelaki tersebut pulang ke rumah orang tuanya karena marah.

Zaman sekarang, banyak netizen yang begitu membenci pelakor, maka tak pelak lagi, Arawinda Kirana menjadi bulan-bulanan para netizen sepanjang hari, tanpa henti.

Hal ini dikarenakan, perbuatan sang aktris sangat bertolak belakang dengan pencapaian atau prestasinya dalam bidang perfilman.

Pelakor adalah Arawinda Kirana pemeran film Yuni
Source: wikipedia

Arawinda Kirana, merupakan seorang aktris kelahiran 27 September 2021.
Sejak kecil menekuni seni teater dan tari membuatnya lalu terjun ke dunia hiburan di tahun 2019, dengan berada di bawah naungan manajemen Kite Entertainment. 

Di tahun 2017 silam, Arawinda juga pernah tampil sebagai figuran dalam film Galih dan Ratna.
Lalu kemudian terpilih ikut berperan dalam film antologi Quarantine Tales segmen Happy Girls Don't Cry.

Di film tersebutlah Arawinda mulai makin dikenal terutama ketika terpilih sebagai Aktris Pendatang Baru di ajang penghargaan Piala Maya 2020.

Prestasinya semakin bersinar, ketika akhirnya dia mendapatkan peran utama dalam sebuah film layar lebar berjudul Yuni, yang membawanya berada di puncak karirnya, karena berhasil memenangkan berbagai penghargaan, salah satunya adalah sebagai Aktris Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia bahkan beberapa festival lainnya.

Hal ini sangat kontras dengan apa yang dilakukannya dengan menjadi pelakor, yang berhubungan dengan suami sah wanita lain.
Tak heran, dia menjadi bulan-bulanan netizen tanpa jeda.


Pelakor adalah Wanita yang Menanggung Kesalahan Bersama, Sendirian


Arawinda Kirana, adalah potret wanita yang merasakan hukuman masyarakat yang sebenarnya terlalu berlebihan, ketika terjadinya sebuah kesalahan dengan berhubungan khusus dengan lelaki yang masih mempunyai istri sah.

Pelakor, itu adalah sebutan banyak orang zaman now, kepada wanita seperti Arawinda Kirana yang mau saja berhubungan dengan suami orang, bahkan konon diduga rela melakukan hubungan badan di rumah sang lelaki tersebut.

Hal ini terasa tidak adil sih ya, ketika wanita melakukan sebuah 'kesalahan' yang sebenarnya kesalahan tersebut, tidak terjadi begitu saja, dan dilakukan olehnya seorang diri.

Lelaki, yang menjadi pasangannya dalam menjalani hubungan terlarang juga sangat berperan dan seharusnya juga disalahkan dalam hal ini.

Pelakor adalah Arawinda Kirana
Source: kompas.com

Tak peduli siapa yang salah untuk memulai hubungan terlarang itu, entah sang wanita yang menggoda lelaki tersebut duluan, atau mungkin sang lelaki yang lebih dulu mendekati dan membuat wanita bertekuk lutut, serta mengabaikan logika kalau lelaki tersebut masih berstatus suami orang.

Kenyataannya, kedua belah pihak, baik lelaki yang berkhianat kepada istrinya tersebut, maupun wanita yang akhirnya disebut dengan istilah pelakor tersebut, tidak harus sama-sama menanggung beban kesalahan secara mental bersama.

Wanita yang disebut pelakorlah, yang sering kali harus menanggung beban hukuman dari kesalahan tersebut yang lebih besar.
Entah kadang dilabrak dan disakiti oleh istri sah maupun keluarga istri sah.
Atau ketambahan diserang secara mental, dengan dipermalukan serta viral di media sosial.

Sementara sang lelaki, hanya sedikit menanggung resiko kemarahan istrinya, keluarga istrinya dan orang-orang yang menyayangi istrinya.
Itupun, kesalahan tersebut tidak akan sepenuhnya melekat di dirinya, jika sang istri bisa memaafkan kesalahannya.

Sementara, wanita yang menjadi pelakor, abadi dengan sebutan tersebut, bahkan sudah bertahun-tahun berlalu, bahkan mungkin akhirnya para wanita yang diberi sebutan pelakor tersebut telah hijrah dan bertobat dari kesalahannya tersebut.

Bukan hanya di masyarakat nyata, dalam dunia maya, istilah pelakor akan melekat di mereka selamanya.
Kita bisa melihat mesin penelusuran seperti Google, ketik saja pelakor di kolom penelusuran, maka akan muncul beberapa nama yang pernah heboh dengan kasusnya menjadi pelakor.

Sebuat saja Mayangsari, Mieke Amalia, Jeniffer Dunn, Mulan Jameela dan masih banyak lagi.
Padahal, nama-nama tersebut mungkin sudah move on, bahkan banyak yang sudah hidup bahagia dengan lelaki yang dulunya terkesan direbutnya, dan akhirnya memang menjadi jodohnya.

Karenanya, wahai wanita, berhati-hatilah dalam bertindak.
Tak perlu menjemput jodoh dengan harus menjadi seorang pelakor.

Terlebih, menjadi pelakor dan melakukan hubungan yang terlampau jauh dengan lelaki yang masih berstatus sah sebagai suami orang.

Karena, lelaki yang sudah cerai dengan mantan istrinya pun, kadang masih bisa rujuk dan kembali kepada mantan istrinya, meski awalnya mungkin demi kebahagiaan anak.
Apalagi lelaki yang masih sah terdaftar sebagai suami orang, bahkan masih tinggal dalam rumah yang sama.

Jadilah wanita yang elegan, yang menjemput jodoh dengan cara-cara yang tak perlu menyakiti hati orang lain, terlebih hati sesama wanita, yang mungkin wanita tersebut adalah seorang ibu.

Kita juga adalah wanita, dan kita juga punya seorang ibu.
Pikirkan jika posisi wanita tersebut digantikan ibu kita, dan anak yang ayahnya menjalin hubungan dengan kita, adalah kita.

Bagaimana perasaan hancur dan sakitnya, ketika masih kecil harus berbagi ayah?
Berbagi ayah dengan saudara kandung saja kadang menyesakan, apalagi berbagi ayah dengan orang lain, dengan wanita yang membuat hati ibunya tergores?

Yuk jadilah wanita elegan.
Karena pelakor adalah seorang wanita yang nantinya akan menanggung kesalahan bersama dengan suami orang, seorang diri.

Kita, jangan gitu ya ladies!


Sumber: opini pribadi dan twitter
Gambar: Canva edit by Rey dan berbagai sumber
Next Post Previous Post