Jadi Wanita Ramah dan Sopan itu Penting

Jadi Wanita Ramah dan Sopan itu Penting

Woman Daily - Zaman sekarang, yang namanya kesetaraan dan kebebasan wanita dalam berkarya hingga berekspresi, sedang digaungkan di mana-mana, atas dasar asas feminisme.

Hal ini membuat banyak wanita jadi bebas berkarya dan menjadi dirinya sendiri, sambil berekspresi tanpa batas.

Sayangnya, sering banget, aksinya berlaku sampai kebablasan.
Nggak satu dua orang yang mengalaminya, terlebih para wanita yang terkenal baik karena karyanya, maupun sepak terjangnya di dunia maya.

Salah satunya, seorang penulis buku indie (kalau nggak salah, karena saya belum pernah baca bukunya, hehehe) bernama Fissilmi Hamida.

Saya pernah dibuat wow oleh Mbak Mimi (katanya panggilannya gitu) ini ketika suatu hari saya komen di sebuah postingannya di grup KBM (Komunitas Belajar Menulis) di facebook.

Padahal ya, komentar saya tuh masih terbilang biasa aja, teman-teman yang sering baca komentar saya di facebook pasti tahu, bagaimana saya berkomentar di tulisan orang lain.

Tapi, betapa terkejutnya saya, hanya beberapa menit, seolah komentar saya penuh bensin, langsung kesambar api oleh empunya tulisan, which is Mbak Mimi tersebut.

Saya nggak bisa balas komentarnya, karena setelah dia melayangkan sambaran balas komentar yang sungguh bikin jantungan (serius loh, padahal saya tuh udah lama banget terbiasa dengan segala drama di media sosial, tapi shock juga pas baca balasannya), lalu kemudian saya diblokir, astaga...

Karena penasaran, saya klik lah akunnya, pakai akun lain, dan barulah saya menyadari, memang karakternya si Mbak Mimi ini kayak gitu, suka blak-blakan, meski menurut saya, itu terlalu berlebihan.

Case closed, saya cuek aja.
Sampai bertahun kemudian (kayaknya sih 2 tahunan deh saya nggak pernah baca lagi tulisannya di KBM), sampai beberapa hari lalu saya liat sebuah postingan share muncul di beranda facebook saya.

Pas baca curhatannya, bahkan di bagian atas aja, sebelum sebut nama, otak saya langsung kepikiran sama nama tersebut.

Dan ketika saya tanya, eh ternyata benar.
Sang penulis blak-blakan tersebut sepertinya sedang terkena masalah, dan dia sempat menuliskan permintaan maaf di akun facebooknya, lalu kemudian akunnya menghilang.

Bukan hanya itu, akun instagramnya pun menghilang, ketika saya iseng search saking penasaran.

Malam ini, saya kembali membaca sebuah tulisan dari akun yang kayaknya baru dibuat, akun tersebut mengaku bernama Sarah Amelia, yang menuliskan sebuah tulisan curhat penuh kemarahan, di mana dia berkata nggak akan pernah memaafkan si Mbak Mimi, karena tindakan Mbak Mimi yang berlebihan membully-nya ketika dia meng copas tulisan si Mimi tersebut, meski diberi keterangan penulisnya.

Fissilmi Hamida memang tidak mentoleransi siapapun yang berani men-copas tulisannya, meski pakai sumber, dia hanya memperbolehkan share saja.

Dan karena itu, habislah akun facebook si Sarah Amelia tersebut di take down facebook, karena diserbu penggemar si Mimi untuk di-report as a thief.

Yang jadi masalah, akun tersebut ternyata adalah akun yang digunakan buat mencari nafkah, dan bukan hanya akunnya, tapi juga bisnisnya pun diserbu penggemar si Mimi, berdampak, semua customer meminta kembali uang mereka, karena mengira si Sarah Amelia tersebut adalah seorang penipu.

Bukan hanya itu, dampak tersebut masih terus bergulir, karena beberapa waktu kemudian, suaminya jatuh dari sebuah tempat yang tinggi, dan Mbak Sarah nggak punya uang sama sekali membawa suaminya berobat, sehingga akhirnya suaminya meninggal.

Astagfirullaaaahhh...

Betapa dampak dari sebuah pembully-an berlebih, sangat berdampak panjang.
Saya hanya mencoba mengira-ngira, apakah jika Mbak Miminya membaca tulisan penuh dendam itu, akankah dia juga ikut merasa bersalah?

Karena tulisan curhatan tersebut, saya akhirnya mencoba mengetikan namanya di google, dan hasilnya... sungguh bikin saya bergidik.

Subhanallah....
I think memang si Mbaknya sudah terlalu berlebihan.

Di sebuah artikel yang diterbitkan oleh tagar.id, dengan judul 'Terbiasa di Eropa, Fissilmi Hamida 'Gila' di Yogyakarta', saya nyaris nggak kuat membacanya karena merinding sendiri, hehehe.

I mean, saya sungguh masih mencoba mencerna, keberadaan seorang wanita selama 6 bulan di Inggris, membuatnya hampir nggak kenal lagi Indonesia dengan segala keruwetannya.

Tapi, lupakan.
Saya tidak ingin menghibahkan hal itu secara detail.

Saya masih ingin membagikan testimoni yang saya baca dari quora, lebih merinding lagi deh, membaca banyak banget testimoni yang kurang baik tentang si Mbak Mimi ini.

What i am trying to say adalah, betapa menjadi diri sendiri itu bagus banget, tapi kalau karakter diri yang terlalu narsistik dan merugikan orang lain, kayaknya wajib diubah deh.

Menjadi wanita yang ramah dan sopan itu penting sekali, karena sebagaimana hal baik yang kita bela atau perjuangkan, kalau caranya salah atau terlalu berlebihan dengan kesombongan yang akhirnya merugikan orang lain.

Jadi Wanita Ramah dan Sopan itu Penting

Tinggal tunggu aja tuh tergelincirnya.
Banyak banget kok, bukan hanya Fissilmi Hamida.

Luna Maya, saya ingat banget bagaimana sikap dia dulunya ketika membawakan acara TV dengan arogan dan kasar, beberapa waktu kemudian skandal memalukannya bersama Ariel Noah terbongkar.

Demikian juga Cut Tari, yang bahkan masih bisa nyinyir di acara gosip tentang skandal Luna dan Ariel, nyatanya beberapa hari kemudian, namanya juga ikut terseret kasus yang sama.

Rachel Vennya, juga sama.
Sejujurnya banyak testimoni kalau dia baik banget.
Sayangnya, dia sering jutek dan terkesan nggak peduli, dan ketika dia tergelincir beberapa masalah, tidak sedikit juga yang akhirnya menertawakannya dalam kemalangannya.

So, i think, menjadi wanita yang ramah dan sopan itu jauh lebih penting dan menjadikan wanita lebih hebat.  
Karena memang sudah kodratnya wanita itu diciptakan dengan penuh kelemah lembutannya.
Namun, justru lemah lembut dan sopannya itu yang membuat wanita lebih kuat.

Selain itu, menjadi wanita yang ramah dan sopan, memperkecil masalah perselisihan dalam hidup.
Karena semakin kecil peluang kita merugikan ataupun menyakiti orang lain.
Yang ada, ketika kita tergelincir dalam sebuah masalah, maka akan ada banyak orang yang akan menemani dan meng-support kita.

Bagaimana dengan kalian, ladies?

Sumber: opini dan beberapa sumber
Gambar: Canva dan berbagai sumber
Next Post Previous Post