Wanita dan Tubuh Kurang Proposional Tidak Selamanya Hal yang Mengenaskan

wanita-dan-tubuh-kurang-proposional

Wulan Guritno sedang menjadi sosok yang disanjung-sanjung dalam hal body goal-nya, dan merupakan wanita kedua setelah Sophia Latjuba yang telah lebih dulu menjadi panutan, sebagai wanita dengan body goal terbaik.

Kedua sosok ini, memang seakan membuktikan, bahwa waktu dan usia tidak mengikis pesona awet mudanya, bahkan keduanya membuktikan, bahwa usia bukanlah alasan untuk menjadikan wanita kesulitan mencapai body goal.


Makna Body Goal dan Tubuh Proposional Bagi Kebanyakan Wanita

Sudah bukan rahasia lagi ya, bagi kebanyakan wanita Indonesia, yang namanya body goal itu, lebih ke arah tubuh yang kurus, langsing, dan seksi. Jadi, nggak ada tuh body goal kalau perut melar, dan lemak menumpuk di mana-mana, hahaha. 

Kurus pun, tidak sekadar kurus sih ya, tapi proporsional, yang artinya seksi, kalau kata generasi tahun 2000an sih 'masa depan dan masa belakang bersinar, tidak suram'.

Bingung ya?

Baiklah saya jelasin dengan detail, maksudnya wanita dengan body goal itu seksi, di mana ukuran bokong dan payudaranya proporsional, meski usia nggak lagi muda dan ranum, hehehe.

Dan yang paling penting, pinggang harus ramping ya, nggak ada tuh yang namanya lemak bergerombol di perut, hahaha.

Baca juga : Pengalaman Melakukan Intermittent Fasting

Apalah arti bagi sebagian wanita yang jangankan udah mencapai usia 40an ya, bahkan masih usia 20-30an, setelah punya anak, susahnyaaaaa bisa menurunkan berat badan, dalam artian menghilangkan lemak ya.

Termasuk saya pastinya.

Sebenarnya masalah utama dari tubuh yang tidak proporsional itu adalah duit, kalau ada duit akan lebih mudah mendapatkan ukuran body goal yang diyakini banyak wanita zaman now.

Karena banyak hal yang bisa dilakukan untuk bisa mencapai body goal, salah satunya adalah mengatur pola makan, rajin olah tubuh, karena maksud dari penurunan berat badan itu adalah, lemaknya yang hilang, bukan dagingnya, hehehe.

Jadi, yang perlu dilakukan banyak, bukan sekadar diet, tapi mengatur pola makan yang sehat, yang mana akan sulit dilakukan jika kita sebagai mamak-mamak dengan duit terbatas, maunya sih membatasi karbohidrat, eh anak-anak makan nasinya nggak habis, daripada dibuang, ya mubazir kan, beras mahal, jadi mamaknya aja yang makan, gagal sudah pola hidup sehat, hahahaha.

Olahraga dong!

Harusnya gitu ya, olahraga itu banyak macamnya, nggak perlu yang kekinian kayak sekarang lagi booming olahraga pound fit di instagram.

Nggak perlu sebenarnya, yang penting mau bergerak dengan rutin, olahraga ringan di rumah juga bisa. Masalahnya.... untuk olahraga itu butuh istrahat yang cukup, jangan coba-coba olahraga tapi tidurnya cuman 2 jam kayak si Rey, yang ada langsung pingsan, hahaha.

See, i told you, kalau semua itu butuh uang, kalau ada uang kan nggak perlu begadang tiap hari buat cari uang, jadi bisa mudah melakukan olahraga setiap saat, tanpa pingsan karena kurang energi, hahaha. 

Nggak heran ya, banyak mamak-mamak yang nyinyir soal Wulan Guritno,

"Iyalah, Wulan Guritno pakai BCA prioritas, lah suami kite pakai BCA isi ngenes!"

wakakakakakak.


Tidak Punya Tubuh yang Proporsional Tidak Selamanya Mengenaskan, ini Alasannya!

Saya jadi ingat, beberapa hari lalu saya melihat postingan foto yang seksi banget milik Wulan Guritno di instagramnya.

Di beberapa foto yang dipajang tersebut, terlihat Wulan berpose seksi berlatarkan air terjun, dengan memamerkan tubuh indahnya. Di salah satu fotonya, tampak jelas bokong indahnya terpampang.

Saya yang memang agak kolot ini ya, tanpa sadar berseru,

"Astagfirullah!"

Lalu, pikiran saya menjelajah ke beberapa wanita lainnya, yang beruntung banget karena seiring dengan bertambahnya usia, which is kita semua tahu kalau semakin dekat dengan kematian ya, para wanita tersebut beruntung banget mendapatkan hidayah dari Allah untuk menutup auratnya. 

Nggak usah dulu berekspektasi yang berlebihan ya, tapi setidaknya tampil sopan di media sosial, tidak mengkhianati aturan parenting yang digadang buat anak kecil, which is waktu kecil kita mengajarkan anak untuk menjaga area-area tertentu dari tubuhnya untuk tidak di ekspos, eh ternyata malah kita sebagai orang tua yang mengekspos tubuh sendiri.

Tapi jujur banget, saya tidak sepenuhnya menyalahkan wanita-wanita yang semakin nambah usia, semakin tergoda untuk pamer aurat di medsos.

Lah wong emang pamerable kok, hehehe!

Saya juga berpikir, kalau punya body sekece itu, kayaknya bakalan berperang batin saya, untuk mengupload foto-foto seksi saya memperlihatkan tubuh saya yang super kece, ye kan?

Nggak usah jauh-jauh deh, dulu, di tahun 2005, ketika awal memakai jilbab, tujuan awalnya kan karena iri liat teman-teman berjilbab, nggak ribet sama atur rambut, hahaha.

Baca juga : Cerita Kesulitan Melamar Pekerjaan Karena Jilbab

Saya yang punya rambut ikal, sungguh lelah merawat rambut biar nggak megar kek singa, hahaha. Lalu memutuskan menutupnya dengan jilbab, Alhamdulillah malah keterusan, biar kata berbagai teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan dalam merawat rambut telah ada, saya nggak tergoda buat lepas jilbab, hehehe.

Nah, tidak menutup kemungkinan, jika tubuh saya seksi, keknya minimal saya bakalan pamer secara privat ke teman-teman di medsos, padahal saya tahu mungkin saja teman-teman wanita tersebut ada yang meng-capture foto tersebut buat disebar luaskan, hahahaha.

What i'm tring to say adalah, sebenarnya kondisi yang kita punyai, yang sekilas membuat kita merasa ngenes, misal makin tua kok ya makin gembrot, susah amat nurunin volume lemak di perut, pundak, paha hingga lengan. Tapi ternyata kondisi itu nggak sepenuhnya mengenaskan, karena selama masih dalam kategori sehat, ya udahlah ya, disyukuri dan dinikmati saja dulu, sambil menunggu waktu yang pas buat hidup lebih baik.

Karena sisi positif dalam tubuh yang jauh dari body goal itu adalah, saya terhindar dari godaan kuat memamerkan lekuk tubuh yang seksi.

Apa yang mau dipamerkan cobak! orang lemak bergerombol di mana-mana, wakakakakak.

Dan Alhamdulillahnya, saya bisa lebih istiqamah hidup di jalan Allah, sambil menanti waktu akhir saya di dunia ini.


Penutup

wanita-dan-tubuh-kurang-proposional

Jadi demikian ya, punya tubuh proporsional dan body goal kayak Wulan Guritno atau Sophia Latjuba memang bagus ya, karena lemak menumpuk di tubuh itu nggak sehat.

Tapi, memang sulit sih menerapkan gaya hidup untuk mendapatkan body goal terbaik meski usia tak lagi muda, butuh modal duit juga, selain kemauan ya.

Namun jangan khawatir, tak selamanya punya tubuh tidak proporsional itu nggak baik, sisi positifnya kita terhindar dari godaan buat pamer tubuh seksi di media sosial, hehehe.

Sumber dan referensi: Opini dan pengalaman pribadi
Gambar: Canva edit by Rey dan berbagai sumber

Demikian artikel tentang wanita dan tubuh yang kurang proposionaldi mana menurut saya tidak selamanya merupakan hal yang mengenaskan, bahkan menjadi sebuah alasan positif untuk menjadi lebih baik, insyaAllah. Semoga menginspirasi.
Next Post Previous Post