7 Tips Menjadi Wanita Bahagia Dengan Profesi Ibu Rumah Tangga
Menjadi wanita dengan profesi ibu rumah tangga di zaman sekarang itu berat. Terutama bagi wanita yang sebelumnya pernah berkarir di luar rumah.
Ada berbagai hal yang menghalangi kebahagiaan diri, baik dari penilaian orang lain, maupun dari dalam diri sendiri yang berpikir bahwa hidup seolah berhenti setelah jadi IRT.
Nyatanya, ada kalanya beberapa wanita tak bisa memilih antara bekerja di luar dan menghasilkan uang, atau di rumah saja menjadi stay at home mom. Karenanya, tak ada jalan lain yang bisa dilakukan, selain menghadapi bagian perjalanan hidup tersebut.
Agar tak terus menerus tenggelam dalam rasa sedih atau rendah diri, sampai menjadi stres hingga depresi, berikut tips yang bisa dilakukan agar bisa menjadi wanita yang bahagia dengan profesi ibu rumah tangga atau IRT.
Baca juga : Jadi Sarjana Ibu Rumah Tangga itu Aib, Ini Maksudnya!
1. Berhenti Menganggap IRT = Hidup Berhenti
Kenyataannya, ada begitu banyak wanita yang sengsara bukan karena jadi IRT, tapi karena merasa hidupnya selesai.
Padahal, menjadi IRT itu adalah sebuah peran, bukan sebuah identitas tunggal.
Nyatanya dengan profesi tersebut, kita tetap menjadi seorang wanita dengan mimpi, pikiran, dan potensi yang tak pernah mati.
Hidup akan terus berjalan, tak peduli kita menjalani profesi apapun dalam hidup ini. Masih banyak hal yang bisa kita lakukan, selain menekuni rutinitas ibu rumah tangga yang mulia.
2. Tetap Punya “Ruang” Di luar Anak dan Dapur
Agar hidup tak membosankan dengan rutinitas tanpa akhir, wanita sebagai IRT sebaiknya tetap mempunyai atau menyediakan 'ruang' untuk dirinya sendiri, di luar harinya dengan anak ataupun dapur/rumah.
Pastikan agar hidup tak melulu tentang ibu rumah tangga yang biasanya, seperti 'anak - rumah - suami - cucian - memasak - dan lainnya'. Dengan demikian batin tak akan menderita oleh rasa bosan dan kosong.
Wanita sebagai IRT bisa juga menjadi dirinya yang lain, misal menjadi blogger dengan menulis di blog, caption media sosial hingga diary atau jurnal.
Atau, bisa juga dengan mencoba kegiatan menarik lainnya yang bisa sekaligus menghasilkan uang, misal jualan online atau menekuni dunia konten kreator.
Bisa juga dengan memberanikan diri untuk belajar skill baru, misal memasak masakan khusus, baking, merajut, berkebun dan semacamnya yang bisa dilakukan di rumah dan di sela waktu sebagai ibu rumah tangga.
Agar tetap berwarna, pastikan untuk bergabung di komunitas yang sesuai dirinya atau hal yang ditekuninya. Tak perlu berkumpul secara langsung, mengikuti komunits online pun, bisa dilakukan.
Namun satu hal yang harus dipahami, sebagai langkah awal, 'ruang sendiri' tersebut tak perlu terlalu ditargetkan menjadi hal yang luar biasa, misal menghasilkan uang dengan banyak.
Niatnya cukup dengan 'demi kewarasan' diri.
3. Jangan Menunggu Dipahami, Jelaskan Batasan
Sebagai ibu rumah tangga, wanita bukan berarti kehilangan dirinya ataupun jati dirinya. Karenanya, sesibuk dan sepenting apapun keberadaan sebagai ibu, tak perlu takut untuk tegas menetapkan batasan.
Jangan sungkan untuk jujur ke anggota keluarga, entah itu pasangan ataupun anak-anak, ketika kita membutuhkan waktu sendiri.
Katakan dengan kalimat yang jelas, bukan sekadar kode-kode yang tak semua orang bisa paham.
Bukan,
"Saya kan seorang ibu, masa nggak ngerti?"
Tapi,
"Saya sedang lelah!"
"Saya butuh waktu sendiri!"
"Saya tak mau dibandingkan!"
"Saya tak sanggup menyelesaikan hari ini!"
Karena ibu rumah tangga juga manusia biasa, bukan wonder woman yang perkasa dan tak pernah lelah.
Baca juga : Alasan Wanita Harus Belajar Bahasa Inggris
4. Merawat Diri Tanpa Rasa Bersalah
Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti kita kehilangan sisi kewanitaan kita. Wanita yang identik dengan cantik dan nyaman.
Karenanya merawat diri itu bukanlah sesuatu yang egois.
Perawatan diri ibu rumah tangga tak selalu berrbentuk perawatan yang menghabiskan waktu serta biaya yang berlebihan.
Bisa dengan merawat diri versi realistis dulu, seperti:
- Mandi tanpa terburu-buru, jadi ibu bisa merawat dirinya di kamar mandi, bisa luluran, keramas yang bersih dan semacamnya.
- Rutin mengenakan setidaknya basic skincare, dengan menyempatkan diri untuk mengenakan skincare di pagi hari, setidaknya pakai sunscreen. Juga di malam hari, setidaknya mengenakan night moisturizer.
- Membaca atau menulis 15 menit, tak perlu lama-lama jika memang tak memungkinkan, tapi bisa tenang menikmati bacaan atau menulis selama beberapa menit tanpa gangguan, itu sudah sangat menyenangkan.
- Minum kopi /teh panas sampai habis, tanpa gangguan anak-anak atau semacamnya, menikmati nikmatnya pagi atau sore yang tenang adalah best healing buat ibu rumah tangga.
Dan hal-hal sederhana lainnya, yang intinya bukan harus spa mahal, yang penting masih merasa manusia yang normal.
5. Tak Minder Kalau Tidak/Belum Produktif Menghasilkan Uang
Salah satu kenyataan pahit yang dihadapi ibu rumah tangga adalah ketika mereka tak atau belum bisa produktif dalam menghasilkan uang.
Namun yang harus dipahami adalah, nilai seorang wanita itu tak selalu hanya dari penghasilan. Terlebih menjadi ibu rumah tangga bukanlah sebuah profesi yang 'tak berbuat apa-apa di rumah'.
Akan tetapi, jika ingin menghasilkan uang dari rumah juga tak masalah, selama hal tersebut bisa dijalankan dengan bahagia.
Karena kebahagiaan seorang wanita itu, ketika tak diremehkan termasuk tidak meremehkan diri sendiri.
6. Berhenti Membandingkan Hidup dengan Orang Lain
Zaman sekarang terlalu mudah bagi seorang wanita merasa insecure terhadap keadaannya atau hidupnya, karena membandingkan dirinya dengan hidup orang lain.
Dengan adanya media sosial, berbagai hal bisa dilakukan orang lain, termasuk memamerkan pencapaiannya di postingan.
Yang harus dipahami adalah bahwa media sosial itu hanyalah sebuah pajangan atau semacam etalasi, tidak selalu menampilkan semua yang ada.
Jadi, ketika ada yang memamerkan kebahagiaannya di media sosial, bukan berarti hidupnya stabil berbahagia seterusnya.
Karenanya, alih-alih sibuk insecure lantaran pencapaian orang di media sosial, akan lebih baik jika fokus ke hal-hal seperti progres pencapaian diri serta kewarasan menjadi ibu yang baik.
Karena anak-anak selalu butuh ibu yang utuh dan bahagia, bukan ibu sempurna.
Baca juga : Song Hye Kyo dan Beban Wanita Dilarang Menua
7. Menerima Fakta Jika Ada Hari Tak Bahagia, dan Itu Normal
Sebagai wanita dan ibu rumah tangga kita tentunya harus paham kalau dunia itu tempatnya ujian, jadi kehidupan tak melulu hanya bahagia semata.
Ada kalanya tiba waktu kita untuk bersedih di hari yang sedih, dan itu semua bukan akhir hidup, karena itu adalah normal.
Wanita yang bahagia bukan yang selalu harus tersenyum dan tak boleh terlihat bersedih. Tidak ya.
Bersedih itu boleh, yang tak boleh adalah ketika ibu rumah tangga merasa sebagai sosok yang gagal dalam hidup.
Merasa capek atau lelah itu bukan berarti tak bersyukur, tapi manusia memang normal merasa capek dengan semua rutinitas kehidupan serta masalahnya.
Ada kalanya ibu rumah tangga juga merasa marah dengan keadaan yang tak berjalan sesuai rencana, itu normal, dan bukan berarti menjadikan kita sebagai ibu yang buruk.
Apalagi ketika sedang lelah, kita merasa gagal menjalani peran, tidak ya.
Demikianlah 7 tips agar menjadi wanita yang selalu bahagia menjalani profesinya sebagai ibu rumah tangga, semangat selalu ladies!.





