Umur Ideal Menikah untuk Wanita

umur ideal menikah

Umur ideal menikah untuk wanita itu sebenarnya tak ada patokan keharusan. Namun menurut teori yang ada, terdapat beberapa alasan yang bisa dijadikan panduan, usia berapa sih idealnya menikah agar bisa langgeng dan bahagia?

Jika berdasarkan peraturan di Indonesia, dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, Pasal 7 ayat (1) dalam UU No. 6 Tahun 2019. Dijelaskan bahwa usia menikah minimal bagi wanita adalah 19 tahun.

Namun, menurut BKKBN, wanita sebaiknya menikah di usia minimal 21 tahun, dan sebijaknya memilih lelaki dengan usia minimal 25 tahun sebagai suaminya.

Diharapkan, dengan usia minimal tersebut, pernikahan keduanya akan bisa berlangsung dengan langgeng hingga ujung usia masing-masing. Bukannya berakhir dengan perceraian seperti para artis yang menggugat cerai pasangannya.

Di sisi lain, ada Nicholas Wolfinger. Seorang peneliti dan profesor sosiologi dari University of Utah, AS.

Dari kutipan The Independent dijelaskan, bahwa umur ideal menikah khususnya untuk wanita adalah antara 28 hingga 32 tahun.


Benarkah Umur Ideal Menikah untuk Wanita Berpengaruh Banyak Dalam Kebahagiaan?

Sejujurnya, jika melihat banyaknya perceraian di zaman sekarang, juga melihat fakta dari banyaknya wanita yang berstatus istri menjadi depresi dalam pernikahannya.

Saya pikir, usia ideal menikah tidak selamanya bisa dijadikan patokan yang berarti.

Ada juga, beberapa pasangan yang menikah di usia belia, tapi berhasil mempertahankan pernikahan hingga sama-sama menua dan terlihat sweet di mata orang-orang muda.

Di sisi lain, ada juga beberapa pasangan yang menikah dengan usia yang bahkan bisa dibilang tak mudah lagi, khususnya di Indonesia. Nyatanya hubungannya tak bertahan lama.

Karenanya, menurut saya pribadi, usia ideal menikah itu bukanlah patokan yang mengikat

Meskipun hal tersebut tak bisa juga untuk tidak dihiraukan, namun bukanlah sebagai modal utama dalam menciptakan pernikahan yang bahagia dan langgeng, khususnya bagi wanita.

Menikah di usia belia, asalkan aman menurut kesehatan reproduksi, bukanlah sebuah kesalahan. Jika memang sebelumnya telah belajar untuk bisa berdamai dengan kehidupan.

Sebaliknya, menikah di usia dewasa dan matang, tidak bisa menjamin kelanggengan dan kebahagiaan. Jika memang belum pernah bisa belajar menerima kehidupan dengan damai.

Kabar buruknya, ternyata usia dan waktu tidak selalu menjadikan semua wanita menjadi pribadi yang bijak dan tenang. Sementara, dalam kehidupan pernikahan, hal itu amat sangat penting.

Sehebat dan sesabar apapun jodoh lelaki yang didapatkan seorang wanita, jangan lupa kalau lelaki tersebut adalah manusia biasa.

Yang tentunya punya batas kesabaran dalam menghadapi karakter wanita yang belum bisa menua dengan bijak dan tenang.

Dalam pengalaman saya, umur ideal menikah bagi wanita adalah antara 20-25 tahun. Hal ini sangat mempengaruhi kebahagiaan dari tubuh yang masih sehat dan kuat.

Wanita yang menikah di usia 20an, normalnya, akan menjadi ibu dalam kondisi tubuh yang masih sehat dan fit. Sehingga kondisi tersebut bisa membantu mempersempit penyebab depresi setelah menjadi ibu.

Banyak cerita atau pengalaman, para wanita yang menjadi ibu di usia matang, jadi mudah depresi, karena tubuh yang tidak fit lagi. Ditambah usia yang matang seringnya menjadikan seorang wanita sulit menerima masukan.

Jadinya peluang baper akan perkataan orang tentang parenting dan semacamnya jadi lebih besar. Tentunya hal ini akan menjadikan peluang depresi jadi lebih besar.

Namun, hal ini bukanlah sebuah patokan yang mengikat ya.

Karenanya, daripada sibuk menargetkan usia ideal menikah untuk wanita. Akan lebih bermanfaat jika menjadikan waktu menanti jodoh datang dengan persiapan jadi istri dan ibu yang baik dan tenang.    

Karena itu lebih penting dari sekadar usia ideal menikah.


Sumber:

  • https://hellosehat.com/mental/hubungan-harmonis/usia-ideal-menikah-suami-istri/
  • Pengalaman dan opini pribadi

Gambar : canva edit by Rey

Next Post Previous Post